RSS

petani dan pedagang roti



ini dia ni, postingan  saya yang tercipta gara2 tugas b.indonesia yang disuruh buat cerpen. ternyata ngerjain tugas itu bukan hanya dapat nilai dari guru, tapi sekaligus bisa di post juga .. hehe


Ketika ayam mulai bersuara, embun pagi membasahi ranting  , bahkan mentari belum menampakkan dirinya dari ufuk timur.
Namun ia dengan kaki keriputnya sudah mulai melangkah keluar dari gubuk kecil dengan sebuah cangkul dipikul . Tanpa menghiraukan dinginnya pagi  yang menembus hingga ke tulang, ia terus melangkah melewati jalan setapak yang  mengantarkannya ke sebuah tempat yang  jauh dari rumahnya.
Kini mentari mulai menampakkan dirinya,  kaki tua itu pun mulai mempercepat langkahnya hingga berhenti tepat di depan sebuah pagar bambu yang terbentang membentuk segi empat  mengelilingi sebidang tanah di dalamnya yang terletak  di balik bukit kecil yang hijau.

Tarno  mulai membuka pagar kebunnya, dan menurunkan pikulan yang berupa sebuah cangkul dari pundaknya.
Tarno  mengawali pekerjaan hari ini dengan membuat petak-petak tanah menggunakan cangkul.
Dengan usaha yang cukup keras, lelaki yang sudah berkepala enam itu mengangkat cangkulnya kemudian menurunkannya kembali dengan tekanan yang cukup untuk membuat tanah yang ia garap membentuk lubang kecil , hal tersebut ia lakukan berulang kali hingga rasanya tanah yang ia gali sudah cukup .
Setelah bersusah payah mencangkul , Tarno mulai merogoh kantung celananya. Terasa seperti kain kasar yang berisi sesuatu,ia pun segera mengeluarkan  sebuah kantung kecil bewarna abu-abu dan membukanya.
Satu – persatu benih jagung dalam kantung itu ia keluarkan , kemudian ditaburkannya  ke dalam tanah yang telah dicangkul.
Tarno melanjutkan pekerjaannya dengan mengambil air dari sumur yang ada di dalam kebunnya menggunakan sebuah gayung plastik .  segera ia mulai  menyirami benih jagung yang ia tanam dengan sepenuh hati.

            Pekerjaan yang dilakukan oleh Tarno  membuat tubuhnya yang mulai termakan usia benar2 terasa lelah. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk memenuhi kebutuhan diri dan  istrinya tanpa membebani anak- anaknya di kota.
Setelah beberapa saat beristirahat, Tarno segera beranjak dari duduknya . ia mulai memetik buah rambutan dari pohonnya, dan meletakkannya ke dalam keranjang yang telah ia sediakan tempo hari.
           
Namun karna lelah yang sangat ia rasakan hari ini , ia tidak langsung pergi ke kota untuk menjual hasil panen yang ia dapatkan.  Kemudian , kaki tua tarno  mulai melangkah kecil sembari  menjunjung keranjang berisi rambutan  diatas kepalannya yang dihiasi rambut putih menuju rumahnya yang cukup jauh.

Senja mulai menyapa ketika matahari sudah berada di balik bukit   kecil yang terlihat dari jauh. kaki tua itu mulai menapak di depan gubuk kecil yang terbuat dari anyaman bambu, dan ditutupi ilalang sebagai atapnya. Sesosok wanita tua terlihat keluar dari dalam gubuk dengan mengenakan pakaian bercorak bunga yang terlihat usang, dengan kain yang bermotif sama  sebagai setelannya yang tidak kalah usangnya dengan pakaian diatasnya.

            Bibir wanita itu membentuk symbol , dan suara lirih pun terdengar dari bibirnya “mas tarno, sini aku bantu turunkan hasil panennya”. Ia pun memegang keranjang yang ada diatas kepala tarno dan meletakkannya diatas dudukan yang juga terbuat dari bambu.

            “sumini, ini aku bawakan roti untuk kita makan malam ini” kata tarno sambil menunjukan sebuah bungkusan plastik .
“ ada apa gerangan denganmu, tiba2 saja membawa roti hari ini?? Haha” suara lirih wanita tua tertawa tedengar, dan sekejap menghilang.
“ tadi ketika berjalan menuju rumah, kulihat dagangan  seorang pedagang roti  sangat laris. Aku pun tertarik mendekati dagangan tersebut , segera ku beli satu kilo roti dengan sisa uang panen pepaya minggu lalu.”  Tarno bercerita pada istrinya dengan semangat yang menggebu-gebu
“namun aku curiga jikalau roti yang ku beli beratnya tidak sampai satu kilogram” lanjut tarno.
“ sudahlah, tidak apa - apa yang penting malam ini kita bisa mengganjal perut  dengan rotimu itu“
Kata sumini pada suaminya.
Kepala  laki2 yang berhias rambut putih diatasnya membuat sebuah gerakan naik turun yang mengisyaratkan bahwa tarno setuju dengan yang dikatakan sumini

Keesokan harinya,  seperti biasa tarno melangkahkan kaki keriputnya sepagi mungkin  sampai-sampai sumini tidak menyadari kepergian tarno karna masih asik menikmati mimpi indahnya . hari ini tarno tidak akan pergi untuk berkebun, namun ia berniat pergi ke kota untuk menjual hasil panennya tempo hari. Tidak lupa ia menjunjung keranjang berisi rambutan diatas kepalanya. Sebelum berangkat dari rumahnya tadi, ia teringat akan roti yang ia bawa kemarin yang belum sempat ia habiskan tadi malam karna tidak kuasa menahan rasa kantuk yang menyerangnya, dan membawanya  sebagai saku untuk dinikmati selama pejalanannya  ke kota.

Selama perjalanan , ia banyak singgah untuk beristirahat di bawah pohon2 rindang yang ia temui di pinggir jalan yang ia lewati. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan membutuhkan waktu lama,  ia tiba di sebuah lapak dagang terbuat dari kayu yang umurnya terlihat  tua dan lapuk karna cuaca . Dari kedua kelopak mata tarno, terlihat banyak orang yang sedang menawrkan barang dagangannya masing2, mulai dari ikan segar sampai terasi yang wanginya menyengat hidung mancung tarno .disisii lain, ia  juga melihat para calon pembeli yang berseliweran membawa tas belanja berukuran cukup besar untuk menampung 4 buah pepaya berukuran sedang didalamnya  . 

Tarno mulai menurunkan dagangannya. Satu persatu buah rambutan hasil panennya ia keluarkan dari dalam keranjang kemudian ia jajakan di atas lapak dagang miliknya.
“rambutan … rambutan.. rambutan” teriak tarno dengan penuh usaha menawarkan dagangannya kepada orang2 yang melintas di dekatnya, sambil memegang harapan tinggi akan adanya orang yang  tertarik pada buah merah kecil berbulu  berbentuk bola yang ia jajakan .
Seorang laki2 jangkung mengenakan setelan biru mendekati lapak si tarno. “pak,harga rambutannya berapa sekilo?” suara berat terdengar dari tenggorokan laki2 jangkung itu.
Tarno dengan dilanda kegembiraanpun menjawab secepat kilat  “ Cuma 5000  per kilo“
“saya beli satu kilo pak” kata laki2 jangkung tadi.
Tarno pun segera memberikan satu kantung kecil berisikan  rambutan seberat satu kilo pada lelaki jangkung itu ” ini pak. Trimakasih. Tunggu sebentar, bukannya bapak adalah pedagang roti yang daganganya laris kemarin itu ya?” kata tarno baru menyadari.
“iya. Oh bapak yang kemarin membeli roti saya itu ternyata “ kata pria jangkung kepada tarno  tanpa ekspresi.
Setelah itu, percakapan basa basi terjadi beberapa lama hingga pria jangkung pedagang roti itu pamitan dan beranjakk pergi sambil membawa satu kilo rambutan yang ia beli dari tarno.
Tarno pun melanjutkan  usahauntuk menjual rambutan hasil panennya hingga tersisa sedikit  rambutan di lapak yang ia tempati.
Setelah tarno merasa uang yang ia dapatkan dari hasil menjual rambutan sudah cukup banyak, ia pun beranjak pulang sambil menjunjung kembali keranjang yang berisi sisa dagangan yang tinggal sedikit di dalamnya.

            Terik matahari semakin terasa panas  di atas kepala tarno yang sudah tua . karna merasa lelah di perjalanannya ,  tarno singgah untuk duduk berteduh di bawah pohon bsar.
Di tengah istirahatnya, ia mulai membuka bungkus roti yang belum di makan  semenjak kemarin . ia mengambil satu buah roti dari dlam bungkus, dan segera melahapnya dengan cepat.
Karna Tarno merasa  perutnya sudah terisi cukup banyak roti, ia pun segera mealnjutkan perjalanan menuju gubuk nya.

            Setelah berjalan lama, tarno pun tiba di depan gubuknnya. Namun ia tercengang karna melihat dua pria berbadan tegap mengenakan seragam hitam berdiri di depan rumahnya sambil menatap kearah tarno dari dalam kaca mata hitam yang mereka kenakan msing2.
Salah seorang dari pria tersebut menangkap tarno  dan menyeretnya ke dalam sebuah mobil yang terparkir di lapangan tempat anak2 sering bermain bola yang berada tepat di sebelah gubuknya, sehingga keranjang di atas kepala tarno terjatuh ke tanah .
“ ikut dengan kami, bapak sudah menipu orang lain” kata lelaki yang satunya lagi kepada tarno.
Tarno hanya bisa diam dan pasrah akan nasib yang ia alami ini.

            Di dalam mobil, tarno menyadari bahwa ia di bawa kembali ke kota namun kali ini ia bukan dibawa ke pasar untuk menjual hasil panen lagi.
Mobil yang di tumpangi tarno dan dua leaki yang dianggap aneh oleh tarno berhenti tepat di depan  sebuah bangunan besar bercat putih dan beratapkan genteng berwarna coklat . tarno membaca sebuah tulisan besar di atas bangunan itu “ pengadilan kota suka maju” . seketika setelah membacanya, ia kaget bukan main, namun masih saja pasrah.

Setelah masuk ke dalam bangunan itu, tarno di dudukkan di sebuah kursi  coklat tanpa sandaran oleh 2 lelaki aneh tadi.  Segera tarno pun di sidang disana.
Seorang hakim berkacamata yang memiliki janggut panjang menambah  suasana semakin terasa tegang bagi tarno.
Hakim itu pun berkata “ kami mendapat laporan dari korban bhwa anda telah menipu korban yang seorang pedagang roti dengan menjual rambutan kepada nya. Apa itu benar?”
“ya” kata tarno heran.
“ia berkata bahwa anda telah menjual rmbutan yang seharusnya satu kilo gram, namun anda memberikan rambutan seberat kurang dari itu. Apa itu benar?” hakim bertanya pada tarno
“tidak, saya telah menimbang berat  rambutan itu  sebelum saya berikan kepada pedagang roti ” kata tarno membantah.
“tentu anda mempunyai timbangan bukan?”
“tidak tuan hakim” jawab tarno.
“lalu bagaimana anda menimbang rambutan yang anda jual itu?” Tanya  sang hakim smbil keheranan.
 Tarno pun menjawab pertanyaan yang diontarkan hakim kepada dirinya dengan perasaan lega “ah itu mudah sekali dijelaskan,untuk menimbang rambutan seberat satu kilogram itu, aku menggunakan  roti yang belum smpat ku makan  yang ku beli  dari pedagang roti itu sendiri untuk ku gunakan sebagai penyeimbangnya.”

            Setelah mendengar jawaban dari tarno, hakim pun berbalik bertanya kapada pedagang roti, dan  pdagang roti itu mngakui kesalahannya yang telah menjual roti kurang dari sekilo kepada tarno. Namun karna kebaikan hati tarno, pedagang roti itu dibebaskan dari hukuman yang seharusnya ia dapatkan.


0 Responses to "petani dan pedagang roti"

Posting Komentar

terimakasih atas kunjungan anda! blog ini adalah sebuah blog dofollow. silahkan berkomentar pada salah satu postingan blog ini, anda akan mendapat baclink cuma2, yang akan membantu anda dalam meningkatkan pagerank blog anda.

 

Pengikut

u comment i follow

recent post

Categories

Blog Archive

Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors